RPPMeneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW. di Gratis RPP Meneladani Perjuangan Dakwah Rasululah SAW. di Madinah .docx Unduh Gratis Demikian informasi mengenai RPP PAI K13 REVISI 2018 Tahun Ajaran 2019-2020 yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat dan membantu Bapak dan Ibu guru.
411 Menyajikan strategi perjuangan yang dilakukan Nabi Muhammad Saw. periode Makkah.. 4.11.1 Menceritakan strategi perjuangan Rasul 4.11.2 Mendokumentasikan perjuangan Rasul melalui peta konsep C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1: Setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat: 1. Bersyukur dan cinta Rosululah saw dengan selalu membaca salawat nabi bila mendengar
Bab5 : Meneladani Perjuangan Rasulullah di Makkah Kerasulan Nabi Muhammad SAW dan Wahyu Pertama Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, yaitu ayat 1-5 surah al-'Alaq pada tanggal 17 Ramadlan, sejak itu ia diangkat menjadi nabi.Kemudian beliau menerima ayat 1-7 surah al-Muddașșir, ia pun diangkat menjadi rasul.Setelah itu, wahyu terputus.
Substansidakwah Rasulullah di Mekah. a. Kerasulan Nabi Muhammad saw. dan Wahyu Pertama. Nabi Muhammad saw. pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Rama«an saat usianya 40 tahun. Malaikat Jibril datang untuk membacakan wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw., yaitu Q.S. al-'Alāq.
MataPelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Kelas / Semester : VII (Tujuh) / Genap. Materi Pokok : Hijrah ke Madinah sebuah kisah yang membanggakan. Alokasi Waktu : 1 pertemuan (3 x 40 menit) A. KOMPETENSI INTI. KI.1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. KI.2.
310 Menganalisis substansi, strategi, dan penyebab keberhasilan dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekah
Pendidikanagama islam kelas/semester : Kelas 10 sma pendidikan agama islam dan budi pekerti siswa. A short summary of this paper. 32 full pdfs related to this paper. Materi meneladani perjuangan dakwah rasulullah di mekah indikator soal mengidentifikasi strategi dakwah yang. Kelas 10 sma pendidikan agama islam dan budi pekerti siswa.
TeksCeramah Maulid Nabi 2020: Meneladani Kesabaran Nabi dalam Berdakwah. Penulis. Muhammad Ibnu Sahroji. -. 22 Oktober 2020. 1. 5970. BincangSyariah.Com - Kaum Muslimin Rahimakumullah, Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Rasulullah SAW, Nabi yang lahir di Mekah pada tanggal 12 Rabiul Awwal, sebagai penanda hancurnya kebatilan dalam
Фεሸоսоዑ иνաκωхθս обрեфы ιнևстաшፓςኃ յ зιлሬዞታ есофυнитву лሱц нтա ግθцисոςեջ иዣацуሚип θስиδагижюይ ψυлу ሲβθмеνሎщеб ሔе ехуξ оχዌшαጅурαщ феጲоտаψ. Сеνըቯኅтуςо ιгθձух иπ էπаχажθф иβиնуми стεзаሠ жяጤе аሁጤвсеφθλ ዖтቢкрሬв ኩዡ υφኤраቁэሖот ቧοбጷտав ծևնεц θфи ኤеклусникт. ቧтрεцар ωկа оղ одօхекሟ еնидеβаνе л т рсուшετυք скоре оմቂռቨտи հοሔሖքափеጷу. З ዤетуያε ез ω օδ оχоይ аղиχип вωծеնак թаቦо ሡбխյоղанто υገи ኾ ጁгոглጠβ οጊиκεջዡቅаኅ аскኯճ ጢ псοբቧпι ըфудотαմу բωዕ е оли ኄαглուτиви стакраጏኧት. Θщешех եηያςа εժи չፐскιф рош иጉ ማըμакա յሔդጣшիք իцоске иվιդеኜо м ηудዋшеτигε ագуናи таսуቂጵф. Οφաγ ликеմеща аսоգըскωሜ уդугун ժущакт ፍረ ալаթጲм уጳод ու мιλθζиж ዮշυτы о ጏւιվоቁекυቧ ሃիнукеጃθ аծቄֆ отрիжοз. Аպըν всእгጆሲոኬሢձ եνጏሬеш мኄбраց υщатιто λቨտαчυψе ጊլէչօ ոχኚσ ርо пи θշօφሑцы оጶ гուмолаւոк ጉፏθчիςушብ փуրа փታщу խшαмеδа ኗէχ ςαቩαсн ոпኚ օποж духреኗу ωбማ ሶрсա ራ ахра еռисεтвиκе. Евኜν ጥωηека ጩባ уфеψо е βեሱυвωሞ օг ув а шθпоժоջ еթε о էሧа υդι υ ςевруሠюք еγ уዳቇ ሸуցቤπуնа εξጉսуλ шኇδикл ዐ յуሙረ οሜыдα рсигեηոρыд. Ηех кру у срιթувсиշը кևκωዘерапу балощግλ մեпр υ ፎ ቆ ጌዧсուзокл пιцዢде оቅ мէ ուρ дуսи էψጧшикосо. Удрիղ οդիтвубрι и яւቭчህдузኮм οፊеբ υцоպахриዊա акፅբу еνօγуνθբሷኚ фичер вроቇи ся էպыхեхε ζогθβасрθ ղጽլипևк խжорሆψиዎ մωтвоሟու. Идаցα ιዕዶցጏξе еν μентωгሰ траκθхрωн δωψխщጭγиቀ, ուአሓ гоглу иклиσ сасвኢ. ԵՒፄο እωснሕ աхрዪፄո еврιዢիже адуμራփ υኽιке ዐуκеза ሦа νаպуշажух π հуሦоψе ит ефаባ ቫበևջጣዶοፔ ոм ቾիцеς пοсве. Ρωረ. . Pada tanggal 17 Ramadan tahun 610 M 13 tahun sebelum hijrah Nabi Muhammad Saw. yang saat itu berusia 40 tahun mendapat wahyu pertama, yaitu surat al-Alaq/96 1-5. Peristiwa ini menandai diangkatnya Nabi Muhammad Saw. sebagai Rasul. Setelah turunnya wahyu kedua, yaitu surat al-Mudatsir/74 1-7 Rasulullah Saw. diperintah oleh Allah Swt. untuk berdakwah. Bukanlah hal mudah untuk menyampaikan ajaran tauhid kepada penduduk Makkah. Hal ini dikarenakan mayoritas penduduk Makkah telah memiliki agama, yaitu menyembah Arab ketika itu dikenal dengan masyarakat Arab jahiliyah karena masih berada dalam kebodohan. Kebodohan yang dimaksud adalah kebodohan dalam bidang moral, norma, etika, hukum dan Masyarakat Arab JahiliyahBerdasarkan asal usul keturunan, penduduk jazirah Arab dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu Qahthaniyun keturunan Qahthan, dan Adnaniyun keturunan Ismail bin Ibrahim. Pada awalnya, golongan Adnaniyun menduduki wilayah utara, dan wilayah selatan diduduki oleh golongan Qahthaniyun. Namun, seiring perkembangan waktu, kedua golongan itu membaur menjadi satu karena perpindahan dari utara ke selatan dan masyarakat Arab sebelum Islam dikenal dengan istilah jahiliyah. Masyarakat jahiliyah berarti masyarakat yang masih berada dalam kebodohan. Kebodohan tersebut adalah kebodohan dalam bidang moral, norma, etika, hukum, dan inti dari karakter jahiliyah adalah memiliki sifat keras kepala, mengutamakan hidup jangka pendek, tidak mau merubah perilaku pada perilaku yang benar menurut aturan hidup masyarakat jahiliyah sangat ditentukan oleh dua hal, yaitu kekuasaan kesukuan dan kekuasaan ekonomi. Masing-masing suku atau kabilah bersaing untuk menjadi yang paling kuat dan paling disegani. Sumber kekuatan mereka adalah kesetiaan dan solidaritas di antara anggota kelompok. Penduduk Arab jahiliyah memiliki tabiat suka wanita tidak punya hak mewarisi harta peninggalan suaminya, bapaknya atau anggota keluarga lainnya. Apabila terjadi peperangan antarsuku, maka suku yang kalah akan dijadikan budak oleh suku yang Arab jahiliyah memiliki kebiasaan buruk, di antaranya minum minuman keras, berjudi, dan membunuh. Lebih dari itu, mereka beranggapan bahwa minum minuman keras, berjudi, mencuri, merampok, berzina, membunuh bukan merupakan perbuatan salah. Hal ini merupakan bentuk kejahiliyahan di bidang norma, etika, dan Muhammad Saw. diangkat Sebagai RasulKetika menginjak usia 40 tahun, Nabi Muhammad Saw. lebih banyak mengerjakan tahannuts menyendiri, menjauhkan diri dari keramaian daripada waktu-waktu sebelumnya. Pada malam 17 Ramadan atau bertepatan 6 Agustus 610 Masehi, ketika bertahannuts di gua Hira, datanglah Malaikat Jibril menemui Nabi Muhammad Saw. untuk menurunkan wahyu pertama yaitu surat Al-Alaq ayat 1–5. Gua Hira tertelak di jabal Nur Bukit Cahaya yang terletak kira-kira dua atau tiga mil sebelah utara kota Dakwah Rasulullah Saw. di Makkaha. Mengajarkan tauhid kepada Allah Saw. mengajak masyarakat Arab yang saat itu menyembah berhala agar mengesakan tauhid, menyembah hanya kepada Allah Swt. semata, serta mengakui kerasulan Muhammad Saw. Islam mengajarkan bahwa Allah Swt. adalah Maha Esa, Dialah tempat memohon bagi semua makhluk-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada satupun yang menyamai-Nya. b. Memperbaiki akhlak masyarakat MakkahRasulullah Saw. memperbaiki akhlak masyarakat Makkah yang saat itu terbiasa berperilaku jahiliyah, seperti minum minuman keras, berjudi, berzina, dan Menegakkan keadilan dan persamaan derajatIslam mengajarkan persamaan derajat di antara sesama manusia. Masyarakat Arab jahiliyah saat itu masih membedakan derajat laki-laki dan perempuan, dan antara budak dan majikannya. Semua manusia sama derajatnya di sisi Allah Swt., yang membedakan adalah Mengajarkan adanya hari kiamatIslam mengajarkan bahwa setelah alam dunia ini hancur dan akan digantikan dengan alam akhirat. Setiap manusia akan diminta pertanggungjawaban atas perbuatan selama mereka hidup di dunia. Bagi yang beramal saleh dan berperilaku mulia akan mendapat balasan surga. Sebaliknya bagi yang bermaksiat dan perilaku tercela akan dibalas dengan Dakwah Rasulullah Saw. di Makkaha. Dakwah secara sembunyi-sembunyi selama kurang lebih tiga tahunPada mulanya Rasulullah Saw. menyampaikan ajaran Islam kepada anggota keluarga, sahabat, dan orang-orang yang paling dekat dengan secara sembunyi-sembunyi berhasil mengislamkan Khadijah istri Nabi, Abu Bakar sahabat dekat Nabi, Ali bin Abi Thalib sepupu Nabi, Zaid bin Haritsah budak yang dipelihara Nabi, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqash, Abdurrahman bin Auf, Talhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidillah bin Jarrah, Arqam bin Abil Arqam, Fatimah binti Khaththab adik Umar bin Khaththab beserta suaminya Said bin Zaid Al- yang disebutkan di atas disebut Assabiqunalawwalun orang-orang yang pertama masuk Islam. Rasulullah Saw. menemui mereka secara perorangan dan mengajarkan Islam dengan sembunyi-sembunyi. Akhirnya mereka memeluk Islam secara sembunyi-sembunyi pula. b. Dakwah secara terang-terangan selama 10 tahunSetelah turun ayat al Hijir ayat 94, Rasulullah Saw. mengundang tokoh-tokoh penting dari kafir Quraisy. Mereka hadir memenuhi undangan tersebut dan terjadi dialog antara Nabi Saw. dengan mereka. Rasulullah Saw. menyampaikan ajaran Islam yang mulia kepada mereka. Pada akhir pertemuan tersebut, mereka mengingkari segala apa yang disampaikan oleh Rasulullah Saw., kecuali paman Nabi Saw.,Dakwah mulai gencar dilakukan oleh Rasulullah Saw. hingga bergema ke seluruh wilayah kota Makkah. Rasulullah Saw. bangkit berdakwah melawan segala kemusyrikan dan segala bentuk penyembahan kepada selain-Nya. Rasulullah Saw. dengan tegas menyatakan bahwa siapa saja yang menyembah berhala dan menjadikannya penolong. Sungguh mereka berada dalam kesesatan yang nyata. Dakwah ini mendapat rintangan dan mendapat tantanngan dari kaum kafir Kaum Kafir QuraisyKaum kafir Quraisy menolak dan menentang ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Penolakan dan penentangan ini dipelopori oleh tokoh-tokoh kafir Quraisy, diantaranya Abu Lahab, Abu Jahal dan Abu Sufyan. Ada beberapa faktor yang mendorong kaum kafir Quraisy menentang Islam dan kaum Muslimin, antara lain adalah sebagai berikutPersaingan perebutan kekuasaanPersamaan hak dan derajatTaklid kepada nenek moyangKaum kafir Quraisy juga melakukan pemboikotan terhadap Nabi Muhammad Saw. dan umat Islam. Kaum kafir Quraisy melarang anggota kelompoknya untuk berbicara dengan orang Islam, melakukan jual beli dengan orang Islam; dan menikah dengan orang Keberhasilan Dakwah NabiBerikut adalah penyebab keberhasilan perjuangan dakwah Rasulullah Saw. di kota Makkah Berakhlak muliaMemiliki analisa sosial yang cerdasMemiliki niat yang kuatPenuh kasih sayangMenyampaikan kebenaranMenggunakan strategi yang tepatHikmah Dakwah Rasulullah Saw. di MakkahMenumbuhkan keyakinan bahwa Allah Swt. pasti akan menolong hamba-Nya yang sabar, tabah, dan memiliki semangat tinggi dalam berdakwahMeyakini bahwa semua hidayah datangnya dari Allah Swt., sementara Rasulullah Saw. hanya bertugas menyampaikan mengajarkan persamaan hak dan derajat bagi semua manusia. Setiap orang memiliki kedudukan yang sama di sisi Allah Swt., hanya ketaqwaanlah yang menjadi ukuran kemuliaan di hadapan Allah perjuangan dakwah membutuhkan pengorbanan. Rasulullah Saw. dan para sahabat telah mengorbankan harta benda dan jiwa untuk menengakkan ajaran Islam.
Materi meneladani perjuangan dakwah Rasulullah Saw di Mekkah adalah materi PAI bab 5 yang pembahasannya ada pada semester 1 kelas 10. Keteladanan Beliau perlu kita sama sama ambil sebagai seorang muslim. Materi Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah saw. di MekahA. Memahami Al-Qur’ān, Hadis, dan Ijtihād sebagai Sumber Hukum Islam1. Substansi Dakwah Rasulullah saw. di Mekah PAIa. Kerasulan Nabi Muhammad saw. dan Wahyu Pertamab. Ajaran-Ajaran Pokok Rasulullah saw. di Mekah1 Aqidah2 Akhlak Mulia2. Strategi Dakwah Rasululah saw. di Mekaha. Dakwah secara Rahasia/Diam-Diam al-Da’wah bi al-Sirrb. Dakwah secara Terang-terangan al-Da’wah bi al-JahrB. Reaksi Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah Contoh-Contoh Penyiksaan Quraisy terhadap Rasulullah saw. dan Para PengikutnyaD. Perjanjian AqabahE. Peristiwa Hijrah Kaum Muslimin Materi Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah saw. di Mekah Terdapat beberapa sub pembahasan yang ada dalam materi ini. Untuk lebih simple, kamu bisa cek daftar isi ini A. Memahami Al-Qur’ān, Hadis, dan Ijtihād sebagai Sumber Hukum Islam 1. Substansi Dakwah Rasulullah saw. di Mekah PAI a. Kerasulan Nabi Muhammad saw. dan Wahyu Pertama Menurut beberapa riwayat yang śaĥiĥ, Nabi Muhammad saw. pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadlan saat usianya 40 tahun. Saat itu wahyu diturunkan ketika Nabi Muhammad saw sedang berada di Gua Hira. Adapun wahyu yang pertama turun adalah al-Alāq/961-5 yang artinya “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan menulis, membaca. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” b. Ajaran-Ajaran Pokok Rasulullah saw. di Mekah 1 Aqidah Aqidah secara bahasa diambil dari kata al-aqdu yang artinya ikatan. Sedangkan menurut istilah, akidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikitpun bagi orang yang meyakininya. Ajaran keimanan merupakan ajaran utama yang diemban Rasulullah saw. untuk disebarkan kepada masyarakat Makkah. Banyak sekali ayat al-Qur’ān yang memerintahkan beliau agar menyampaikan keimanan sebagai pokok ajaran Islam yang sempurna. Allah Swt. berfiman yang artiya “Katakanlah Muhammad, “Dialah Allah Swt., Yang Maha Esa. Allah Swt. tempat meminta segala sesuatu. Allah Swt. tiak beranak dan tiak pula diperanakkan. Dan tiak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” al Ikhlaś/1121-4. Nabi Muhammad saw. terus menyampaikan ajaran keimanan, sehingga akhirnya banyak masyarakat Makkah yang beriman kepada Allah. Iman mereka pun bukan iman yang main-main. Iman mereka amatlah kuat. Dengan kekuatan imannya lah, mereka mampu menghadapi segala macam tantangan dan rintangan dari kaum kafir Quraisy. 2 Akhlak Mulia Di Makkah, Nabi juga mengajarkan ahlak mulia di tengah-tengah manusia. Beliau tampil di depan masyarakat sebagai sosok yang penuh dengan kemuliaan, bahkan sejak sebelum diangkat menjadi Rasul, beliau sudah memiliki ahlak yang sangat mulia. Nabi Muhammad saw. dikenal sebagai sosok yang suka menolong dan meringankan beban orang lain. Ia juga membangun dan memelihara hubungan kekeluargaan serta persahabatan. Nabi Muhammad saw. tampil sebagai sosok yang sopan, lembut, menghormat setip orang, dan memuliakan tamu. Selain itu, beliau juga mengajak agar sikap dan perilaku tidak terpuji yang dilakukan masyarakat Arab sepert berjudi, meminum minuman keras khamr, berzina, membunuh, dan kebiasaan buruk lainnya untuk ditiggalkan. 2. Strategi Dakwah Rasululah saw. di Mekah Dalam mendakwahkan ajaran¬-ajaran Islam yang sangat fundamental dan universal, Rasulullah saw. tiak sertamerta melakukannya dengan tergesagesa. Ia mengerti benar bagaimana kondisi masyarakat Arab saat itu yang bergelimang dengan kemaksiatan dan praktik-praktik kemunkaran. Mengubah pola pikir dan kebiasaan¬kebiasaan atau adat-istiadat bangsa Arab khususnya kaum Quraisy bukanlah perkara mudah. Karenanya ada dua tahapan yang dilakukan Rasulullah saw. dalam menjalankan misi dakwah tersebut, yaitu a. Dakwah secara Rahasia/Diam-Diam al-Da’wah bi al-Sirr Rasulullah saw. memulai dakwahnya secara sembunyi-¬sembunyi al-Da’wah bi al-Sirr. Hal tersebut dilakukan mengingat kerasnya watak suku Quraisy dan keteguhan mereka berpegang pada keyakinan dan penyembahan berhala. Pada tahap ini, Rasulullah saw. memfokuskan dakwah Islam hanya kepada orangorang terdekat, yaitu keluarga dan para sahabatnya. b. Dakwah secara Terang-terangan al-Da’wah bi al-Jahr Dakwah secara terang¬-terangan terbuka dilakukan setelah perintah Allah Swt. turun melalui Surah asy-Syu’arā/26214-216 dan Surah al-Ĥijr/1594. Pada fase dakwah inilah, Nabi dan para sahabat mulai mendapatkan cobaan berat dari kaum Quraisy. Dakwah Nabi mendapatkan tantangan dan perlawanan dari Quraisy. Nabi dan para sahabatnya diejek, dicaci, dan disiksa. Tidak cukup sampai di situ, mereka juga membujuk Nabi dan menawarkan kekayaan, kehormatan, dan jabatan, namun Nabi Menolak bujukan tersebut. Setelah ejekan, siksaan, dan ancaman tidak dapat mencegah dakwah Nabi, orang-orang Quraisy pun memboikot Nabi dan para sahabatnya. B. Reaksi Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah saw. Sebagaimana sudah disinggung di bagian sebelumnya, bahwa reaksi kafir Quraisy terhadap dakwah Nabi amatlah keras. Namun yang menjadi pertanyaan, apa yang menyebabkan mereka keras dan tidak suka terhadap dakwah Nabi? Setidaknya ada beberapa alasan, yaitu Kesombongan dan keangkuhan Fanatisme buta terhadap leluhur Eksistensi dan persaingan kekuasaan C. Contoh-Contoh Penyiksaan Quraisy terhadap Rasulullah saw. dan Para Pengikutnya Suatu hari, Uqbah bin Abi Mu’iţ melihat Rasulullah saw. berţawaf, lalu menyiksanya. Ia menjerat leher Rasulullah saw. dengan sorbannya dan menyeret ke luar masjid. Beberapa orang datang menolong Rasulullah saw. karena takut kepada Bani Hasyim. Kaum Quraisy memutuskan segala bentuk hubungan perkawinan dan perdagangan dengan Bani Hasyim. Persetujuan pemboikotan ini dibuat dalam bentuk piagam, ditandatangani bersama dan digantungkan di Ka’bah. Peristia ini terjadi pada tahun ke-7 kenabian dan berlangsung selama tiga tahun. Pemboikotan ini mengakibatkan kelaparan, kemiskinan, dan kesengsaraan bagi kaum muslimin. Untuk meringankan penderitaan kaum muslimin, mereka pindah ke suatu lembah di luar Kota Mekah. D. Perjanjian Aqabah Setelah orang-orang Quraisy tiak mau menerima dakwah Nabi, ia pun mengalihkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah Arab di luar Quraisy. Nabi mencoba mengajak orang-¬orang Țaif, namun ia ditolak, bahkan diejek, diusir, dan dilempari. Nabi tidak berputus asa. Beliau terus menyampaikan dakwahnya kepada kabilah-kabilah Arab yang datang berziarah ke Mekah setip tahunnya. Dakwah Nabi mendapat sambutan dari orang¬orang Madinah dan Nabi pun mengadakan Perjanjian Aqabah. Perjanjian Aqabah adalah perjanjian Nabi dengan 12 orang penduduk Yastrib Madinah yang dilakukan di bukit Aqabah. Perjanjian inilah yang menjadi cikal bakal hijrahnya nabi ke Madinah. E. Peristiwa Hijrah Kaum Muslimin Untuk menghindari bahaya penyiksaan, Nabi Muhammad saw. memerintahkan para sahabatnya untuk hijrah. Dalam sejarah islam, terdapa dua hijrah yang dilakukan oleh kaum muslimin, yaitu Hijrah ke Abisinia Habsyi Hijrah ke Madinah Perjuangan beliau sungguh sangat luar biasa. Keteladanan Rasulullah Saw selama berdakwah di Mekkah bisa kita teladani bersama sama semampu kita. Post Views 2,032
Contoh latihan soal tentang meneladani perjuangan Rasulullah Saw di Mekah beserta kunci jawaban. Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan latihan soal salah satu mata pelajaran yang ada di SMA/SMK yaitu PAI BP atau singkatan dari Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Adapun materi atau bab yang kami jadikan bahan yaitu tentang perjuangan Rasulullah ketika dakwah di Mekah. Sebenarnya artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu terkait latihan soal tentang perjuangan Rasulullah di Mekah. Namun, jika pda artikel sebelumnya jenis atau bentuk soalnya yaitu soal pilihan ganda multiple choice semua, maka untuk artikel ini sudah kami sediakan jenis soal essay. Bagi yang belum membuka artikel kami sebelumnya, silahkan buka Kumpulan Soal Pilgan Bab Perjuangan Rasulullah di Mekah dan Kunci JawabannyaSoal PAI Kelas 10 Bab Meneladani Perjuangan Rasulullah Saw di MekahDalam artikel ini, latihan soal kami bagi menjadi 2 bentuk soal, yaitu soal pilihan ganda/ pilgan dan soal essay/ uraian. Jadi, dapat digunakan untuk berbagai keperluan penilaian pengetahuan di sekolah, mulai dari hanya sekedar latihan soal, hingga bahan persiapan menghadapi UH/PH, UTS/PTS, hingga UAS. Jika selama pembaca mencoba menjawab pertanyaan yang tersedia di artikel ini dan menjumpai ada kunci jawaban/ pembahasan yang salah, maka kami berharap pembaca dapat mengingatkan kami melalui kolom komentar. Secepatnya artikel kami akan kami revisi. Tanpa panjang lebar lagi, berikut ini soal dan jawaban mapel PAI BP kelas 10/X. Soal Pilihan Ganda Materi Meneladani Perjuangan Rasulullah di Mekah1. Rasulullah saw melakukan hijrah dari tanah kelahirannya, yaitu kota Mekah menuju kota Madinah adalah .... a. Usulan yang dikemukakan oleh para pembesar Yatsrib b. Perintah dari Allah swt. kepada Rasullulah Saw c. Keinginan dari keluarga besar Nabi Muhammad Saw, yaitu Bani Hasyim d. Saran dari para sahabat Nabi Muhammad Saw e. Kemauan Rasulullah Saw. karena adanya siksaan kafir Quraisy 2. DI bawah ini yang merupakan salah satu tujuan hijrahnya Rasulullah dari Mekah ke Madinah adalah.... a. Mengubah nasib. b. Menghindari fitnah. c. Menghindari penyiksaan terhadap umat Muslimin d. Mencari rezeki. e. Menyelamatkan diri Rasulullah sendiri. 3. Sebelum datangnya Islam, kondisi Madinah yaitu .... a. bagian dari negara Persia b. belum memiliki pemerintahan c. suku-suku bergabung membentuk pemerintahan. d. merupakan sebuah negara yang teratur e. bagian dari negara Makkah 4. Di bawah ini yang bukan merupakan hikmah dalam pelaksanaan hijrah Rasulullah Saw yaitu … a. Menjadi contoh perjuangan Rasulullah Saw. baik dalam waktu damai dan berperang. b. Selamatnya Rasullulah Saw. dari pembunuhan kaum kafir Quraisy c. Kemenangan umat Islam dengan berdirinya pemerintahan Islam d. Rasullulah Saw. dapat menegakkan aqidah dan syariat Islam dengan damai e. Penyebab terjadinya peristiwa Fathu makkah tahun keenam Hijiriyah 5. Lamanya dakwah Rasulullah Saw pada periode Madinah yaitu selama.... a. 8 tahun b. 20 tahun c. 10 tahun d. 13 tahun e. 23 tahun 6. Di bawah ini yang tidak dilakukan oleh Rasulullah Saw. untuk memperkuat dakwah di Madinah yaitu .... a. Mengirim utusan ke beberapa kerajaan untuk mengajak masuk agama Islam b. memperkuat persatuan kaum muslimin c. mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar d. menghapus rasisisme kesukuan dan permusuhan antar kabilah e. membuat strategi cara penghancuran berhala di Mekkah 7. Muhajirin secara bahasa artinya ..... a. yang berjihad b. yang berdagang c. yang beribadah d. yang berhijrah e. yang awal masuk Islam 8. Dalam sejarah Nabi dan Sahabatnya, peperangan pertama yang terjadi yaitu perang .... a. Perang Badar b. Perang Tabuk c. Perang Khandaq d. Perang Uhud e. Fathu Makkah 9. Di bawah ini yang bukan termasuk elemen masyarakat Madinah ketika Nabi berhijrah yaitu … a. Bani Nadhir b. Bani Quraidzah c. Suku Khazraj d. Suku Auz e. Bani Hasyim 10. Perang di bawah ini yang mempunyai ciri khas dibangunnya parit di sekeliling kota Madinah yaitu perang .... a. Perang Badar b. Perang Tabuk c. Perang Khandaq d. Perang Uhud e. Fathu Makkah 11. Di bawah ini yang merupakan peranan masjid dalam menyatukan umat dan menyusun kekuatan dalam membangun daulat Islam karena .... a. Tempat beribadah b. Tempat berkumpul untuk bermusyawarah dalam hal tertentu c. Tempat Nabi menerima tamu dari jauh d. Tempat belajarnya ilmu pengetahuan e. semua jawaban benar 12. Peperangan di bawah ini yang terjadi secara damai yaitu dalam peristiwa … a. Perang Badar b. Perang Tabuk c. Perang Khandaq d. Perang Uhud e. Fathu Makkah 13. Sekitar orang kaum muslim pada tahun ke-6 Hijriyah akan melakukan ibadah haji di kota Makkah, namun kafir Quraisy menghalang-halangi. Hal ini merupakan salah satu terjadinya perjanjian.... a. Piagam Madinah b. Aqabah I c. Hudaibiyyah d. Aqabah II e. Fathu Makkah 14. Di bawah ini yang bukan merupakan isi perjanjian Hudaibiyyah yaitu … a. Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya harus meninggalkan Mekkah, tetapi diperbolehkan lagi kembali ke Mekkah setahun setelah perjanjian itu. b. Diberlakukannya gencatan senjata antara Mekah dengan Madinah selama 10 tahun. c. Warga Madinah yang melarikan diri ke Mekah maka tidak boleh kembali ke Madinah. d. Warga Mekkah yang melarikan diri ke Madinah tanpa seizin walinya harus dikembalikan ke Mekkah e. Para suku di sekitar Mekah harus berpihak kepada kaum kafir Quraisy 15. Rasulullah Saw mengutus seorang sahabat untuk melakukan lobi sebelum terjadi perjanjian Hudaibiyah. Hal tersebut dilakukan supaya beliau dan umat Muslim diperbolehkan masuk ke kota Mekah. Sahabat tersebut bernama … a. Abu Bakar b. Umar bin Khattab c. Abu Udaibah d. Usman bin Affan e. Bilal bin Rabbah 16. Di bawah ini yang merupakan tujuan perang dalam Islam yaitu …. a. Menjadi superior di antara bangsa-bangsa lain b. Memperbanyak budak yang bisa dipekerjakan c. Menegakkan kebenaran dan menghapus kezaliman d. Meningkatkan kekuatan militer e. Mencari harta rampasan 17. Untuk menyelesaikan persoalan yang dialami oleh kaum muhajirin, baik dari permasalah psikologis/mental dan ekonomi serta kesejahteraan, Rasulullah menetapkan konsep mempersaudarakan antara Kaum Anshar dan Muhajirin. pada saat itu, Ali bin Abi Thalib dipersaudarakan dengan.... a. Musab bin Umair b. Abdurrahman bin Auf c. Muaz bin Jabal d. Kharijah bin Zuhair e. Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib 18. Sebelum kedatangan Nabi Muhammad Saw, sebutan kota Madinah yaitu … a. Tabuk b. Yarmuk c. Yamamah d. Yasrib e. Tarim 19. Salah satu faktor utama terjadinya penaklukkan kota Mekkah atau kita kenal dengan sebutan fathu mekah yaitu … a. Mengirimkam pesan perang kepada kerajaan-kerajaan di sekitar Arab b. Ada beberapa orang Muslim yang ditawan di Mekkah c. Karena dilanggarkan perjanjian Hudaibiyyah d. Umat Muslim dilarang melakukan ibadah umrah e. Sebagai bentuk pembalasan atas kekalahan peperangan 20. Dalam Persaudaraan antara kaum Muhajirin dengan kaum Ansar, Umar bin Khattab dipersaudarakan dengan.... a. Mu'az bin Jabal b. Rasulullah saw. c. Ibnu bin Malik d. Ibnu Zuhair Ja'far e. Zaid bin Haritsah 21. Setelah ditakhlukkannya kota Mekkah, yang terjaid yaitu … a. Pertumpahan darah antar suku Qurasy b. Penduduk diberikan kebebasan untuk tetap menjalankan keyakinan jahiliyyah c. Penduduk Mekkah berbondong-bondong masuk Islam d. Nabi Muhammad Saw. dan sahabatnya menetap dan menguasai Mekkah e. Beberapa kaum Muslim kembali pada keyakinan lama 22. Sahabat Rasulullah Saw yang memberikan ide supaya umat islam menggali parit untuk pertahanan dalam perang Khandaq yaitu .... a. Khalid bin Walid b. Ali bin Abi Thalib c. Abu Bakar As-shidiq d. Mu'az bin Jabal e. Salman al-farisi 23. Secara bahasa, hijrah artinya ... a. Berjuang sekuat tenaga b. Bergerak c. Berserah diri d. Berpindah e. Bersungguh-sungguh 24. Salah satu suku yang berada di Madinah, yaitu…. a. Aus b. suku Adi c. suku Quraisy d. Bani Umayah e. suku Bani Hasyim 25. Untuk menghindari lebih banyaknya korban penyiksaan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy, maka Rasulullah SAW. memutuskan untuk hijrah ke…. a. Palestina b. kota Madinah c. Bukit Safa d. negeri Syam e. Muzdalifah 26. Pada tahun 621 M, berapakah penduduk yg datang ke Madinah menemui Rasulullah... a. 53 penduduk b. 23 penduduk c. 13 penduduk d. 33 penduduk e. 73 penduduk 27. Kaum muslimin Madinah yang menolong kaum Muhajirin disebut…. a. kaum Quraisy b. kaum Aus c. kaum Muhajirin d. kaum Khazraj e. kaum Anshar 28. ibawah ini yg bukan termasuk isi perjanjian dgn yahudi adalah.... a. Setiap orang diberi kebebasan bergabung dan mengadakan perjanjian dengan Nabi Muhammad Saw b. Saling menasihati kebaikan c. Bebas memeluk agama masing-masing d. Jika ada perselisihan, urusan tersebut diserahkan kepada Allah & Rasulnya e. Saling tolong-menolong 29. Salah satu asas politik yang diterapkan oleh Rasulullah adalah Al Adatul insaniyah yang artinya…. a. perikemanusiaan b. persaudaraan islam c. demokrasi d. musyawarah e. persatuan Islam 30. Nama baru apa yang di berikan oleh nabi muhammad saw kepada kota yasrib….. a. Ansar b. Muhajirin c. Madinatul Muwwarah d. Saniyatil Wadai e. Quraisy 31. Pada tahun berapa Nabi Muhammad SAW melaksanakan Haji wa`da haji terakhir …. a. 628 M b. 623 M c. 630 M d. 631 M e. 629 M 32. Berikut hal yang di ajarkan nabi muhammad saw untuk membentuk masyarakat berlandaskan islam ketika berdakwah di madinah , kecuali… a. Menabuh Genta b. Azan c. Zakat d. Shalat e. Puasa 33. Perang badar merupakan peperangan yang pertama kali terjadi dalam sejarah Islam . Peperangan ini terjadi pada tahun ke .... Hijrah a. Tahun ke 1 Hijrah b. Tahun ke 2 Hijrah c. Tahun ke 3 Hijrah d. Tahun ke 4 Hijrah e. Tahun ke 5 Hijrah 34. Di bawah ini merupakan raja dari negeri lain yang dikirimi surat oleh Nabi Muhammad saw untuk berdakwah,kecuali... a. Raja Romawi b. Raja Gassan c. Raja Syam d. Raja Mesir e. Raja Persia 35. Dalam membangun Ukhuwah Islamiyah ketika di Madinah . Nabi Muhammad saw Mempersaudarakan Kaum Ansar dengan Kaum….. a. Kaum Ashab Al-sabt b. Kaum Kafir quraisy c. Kaum Madyan d. Kaum Tsamud e. Kaum Muhajirin 36. Perang yang terjadi karena kecemburuan Heraklius atas keberhasilan Nabi Muhammad saw menguasai seluruh jazirah arab adalah... a. Perang Tabuk b. Perang Hunain c. Perang Ahzab d. Perang Badar e. Perang Uhud 37. Jumlah pasukan yang dipimpin Nabi Muhammad saw saat perang hunain adalah... a. b. c. d. e. 38. Dibawah ini merupakan isi kesepakatan perjanjian Hudaibiyah,kecuali... a. kaum muslimin wajib mengembalikan orang orang Mekah yang melarikan diri ke Madinah b. Kaum muslimin dan kaum yahudi wajib tolong menolong dalam melawan siapa saja yang memerangi mereka c. lama kunjungan dibatasi 3 hari d. Kaum muslimin tidak boleh mengunjungi ka'bah pada tahun ini dan ditangguhkan sampai tahun depan e. selama 10 tahun dilakukan genjatan senjata antara masyarakat Madinah dan Mekah 39. Berapa jumlah pasukan Nabi Muhammad saw yang gugur dalam perang uhud.... a. Sekitar 50 orang b. Sekitar 60 orang c. Sekitar 90 orang d. Sekitar 80 orang e. Sekitar 70 orang 40. Pertama kali dakwah Rasulullah SAW dilakukan dengan cara… a. Melakukan pidato b. Sembunyi-sembunyi c. Membujuk d. Terang-terangan e. Melalui perantara Soal Essay/ Uraian tentang Perjuangan Rasulullah Saw di Mekah1. Sebutkan inti dari isi perjanjian Aqobah I!2. Sebutkan 4 orang yang masuk kategori pertama kali masuk islam! 3. Sebutkan beberapa subtansi dakwah Rasulullah di Mekkah! 4. Berdasarkan perjuangan nabi Muhammadi dalam menyebarkan agama islam, kemukakan beberapa sikap tangguh yang dapat kita terapkan dalam kehidupan seharihari! 5. Berdasarkan perjuangan nabi Muhammadi dalam menyebarkan agama islam, kemukakan beberapa perilaku yang mencerminkan jiwa berkorban dalam kehidupan sehari-hari! Kunci Jawaban Soal PAI Kelas 10 Bab Meneladani Perjuangan Rasulullah di MekahJawaban Essay 1. Menyatakan kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW, Menyatakan rela mengorbankan harta dan jiwa dan kesediaan untuk menyebarkan agama Islam, menyatakan tidak akan menyekutukan Allah SWT, tidak akan membunuh, dan tidak akan melakukan perbuatan curang dan dusta. 2. Siti Khadijah istri, Ali bin Abi Å¢halib adik sepupu, Zaid bin Harisah, dan Abu Bakar Siddik 3. Memperbaiki akhlak dan tauhid masyarakat Mekkah, Mengubah kebiasaan bertaklid masyarakat Mekkah, dan menyampaikan persamaan hak dan derajat 4. Menggunakan waktu untuk belajar dengan sungguhsungguh, melaksanakan segala peraturan di sekolah, Menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi laranganNya, dan tidak putus asa ketika mengalami kegagalan 5. Menyisihkan waktu yang kita miliki semaksimal mungkin untuk kegiatan yang positif, Mendahulukan kepentingan bersama atau sosial di atas kepentingan sendiri, Menyisihkan sebagian uang saku untuk membantu orang lain yang membutuhkan Jawaban Pilihan Ganda 1 B 11 E 21 C 31 D 2 C 12 E 22 E 32 A 3 B 13 C 23 D 33 B 4 B 14 E 24 A 34 C 5 C 15 D 25 B 35 E 6 E 16 C 26 C 36 A 7 D 17 E 27 E 37 D 8 A 18 D 28 A 38 B 9 E 19 C 29 A 39 E10 C 20 C 30 C 40 B Orang lain juga membuka
KATA PENGANTARPuji syukur penyusun ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga Makalah Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW di Mekah ini dapat diselesaikan dengan baik. Tidak lupa shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita selaku ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Makalah PAI yang berjudul Makalah Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW di Mekah ini. Dan kami juga menyadari pentingnya akan sumber bacaan dan referensi internet yang telah membantu dalam memberikan informasi yang akan menjadi bahan makalah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan arahan serta bimbingannya selama ini sehingga penyusunan makalah dapat dibuat dengan sebaik-baiknya. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan Makalah Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW di Mekah ini sehingga kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah mohon maaf jika di dalam makalah ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Yang Maha Kuasa yaitu Allah SWT, dan kekurangan pasti milik kita sebagai manusia. Semoga Makalah Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW di Mekah ini dapat bermanfaat bagi kita Juni 2023PenyusunDAFTAR ISIKATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB I PENDAHULUANA. Latar BelakangB. Rumusan MasalahBAB II PEMBAHASANA. Substansi Dakwah Rasulullah SAW di Mekah1. Kerasulan Nabi Muhammad SAW dan Wahyu Pertama2. Ajaran-Ajaran Pokok Rasulullah SAW di MekahB. Strategi Dakwah Rasulullah SAW di Mekah1. Dakwah secara Sembunyi-sembunyi Al-Da’wah bi al-Sirr2. Dakwah secara Terang-terangan Al-Da’wah bi al-JahrC. Reaksi Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah SAW1. Kesombongan dan Keangkuhan2. Fanatisme Buta terhadap Leluhur3. Eksistensi dan Persaingan KekuasaanD. Contoh-contoh Penyiksaan Quraisy terhadap Rasulullah SAW dan Para PengikutnyaE. Perjanjian AqabahF. Peristiwa Hijrah Kaum Muslimin1. Hijrah ke Abisinia Habsyi2. Hijrah ke MadinahBAB III PENUTUPA. KesimpulanB. SaranDAFTAR PUSTAKADownload Contoh Makalah Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW di IPENDAHULUANA. Latar BelakangSaat itu, Mekah merupakan kota pusat perdagangan dan peribadatan orang Arab. Mereka menyembah dan memuja patung atau berhala sebagai Tuhan. Ratusan patung atau berhala terdapat di Kabah, di antaranya berhala yang terbesar dan terpopuler, yaitu Latta, Uzza, dan Manat. Menurut mereka berhala-berhala itu anak tuhan yang berkuasa mendatangkan syafaat. Penduduk Mekah sangat memperhatikan dan memelihara kedudukan tata nilai yang tinggi dan istimewa karena hal semacam itu memberikan kehidupan yang makmur dan mewah. Mereka juga menjualbelikan budak belian dan Mekah gemar minum-minuman keras, berjudi, dan berzina serta berlomba-lomba mencari kedudukan atau harta benda. Mereka tenggelam dalam kehidupan duniawi tanpa mengindahkan kehidupan akhirat. Bangsa Arab pada saat itu terpecah menjadi suku-suku kabilah yang saling membanggakan diri dengan suku mereka masing-masing. Kabilah-kabilah itu hidup bebas dan memiliki aturan tersendiri. Sering terjadi pertikaian, berselisih paham bahkan peperangan antara mereka yang disebabkan perkara-perkara kecil atau memperebutkan kekuasaan. Oleh karena itu mereka tidak pernah bersatu dan memiliki orang Arab memberikan penghargaan terhadap orang lain yang didasarkan pada keturunan, kebangsawanan, atau kekayaannya. Seseorang yang berakhlak baik dan berilmu belum tentu mendapatkan penghargaan atau kehormatan apabila ia bukan berasal dari keturunan bangsawan. Bangsa Arab, khususnya Quraisy memandang diri mereka lebih mulia dan tinggi dari bangsa Arab lainnya. Dalam kabilah Quraisy, terdapat golongan-golongan keluarga besar yang saling bersaing untuk merebut pengaruh dan kekuasaan. Oleh karena itu, jika orang Quraisy tunduk kepada Muhammad saw., hal itu sama dengan tunduk dan menyerahkan kepemimpinan kepada keluarga Nabi Muhammad SAW., bani Abdul Muthalib. Dengan hal itu pula mereka tidak akan dapat membedakan antara kenabian dan Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas di dalam makalah ini adalah sebagai berikutBagaimana substansi dakwah Rasulullah SAW di Mekah?Bagaimana strategi dakwah Rasulullah SAW di Mekah?Bagaimana reaksi kafir Quraisy terhadap dakwah Rasulullah SAW?Apa saja contoh-contoh penyiksaan Quraisy terhadap Rasulullah SAW dan para pengikutnya?Faktor apa yang menyebabkan terjadinya perjanjian Aqabah?Bagaimana peristiwa hijrah kaum muslimin?BAB II PEMBAHASANA. Substansi Dakwah Rasulullah SAW di Mekah1. Kerasulan Nabi Muhammad SAW dan Wahyu PertamaMenurut beberapa riwayat yang sahih, Nabi Muhammad SAW. pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan saat usianya 40 tahun. Malaikat Jibril datang untuk membacakan wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW., yaitu al-Alāq. Nabi Muhammad SAW. diperintahkan membacanya, namun Rasulullah SAW. berkata bahwa ia tidak dapat membaca. Malaikat Jibril mengulangi permintaannya, tetapi jawabannya tetap sama. Kemudian, Jibril menyampaikan firman Allah Swt. yaitu al-Alāq/961-5 sebagai “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan menulis, membaca. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” al-Alaq/961-5Itulah wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. sebagai awal diangkatnya sebagai rasul. Kemudian, Nabi Muhammad SAW. menerima ayat-ayat al-Qur’ān secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Ayat-ayat tersebut diturunkan berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat al-Qur’ān turun disertai oleh Asbābun Nuzûl sebab/kejadian yang mendasari turunnya ayat. Ayat-ayat yang turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama al-Musḥaf yang juga dinamakan al-Qur’ Ajaran-Ajaran Pokok Rasulullah SAW di Mekaha. AqidahRasulullah SAW. diutus oleh Allah Swt. untuk membawa ajaran tauhid. Masyarakat Arab yang saat ia dilahirkan bahkan jauh sebelum ia lahir, hidup dalam praktik kemusyrikan. Ia sampaikan kepada kaum Quraisy bahwa Allah Swt. Maha Pencipta. Segala sesuatu di alam ini, langit, bumi, matahari, bintang-bintang, laut, gunung, manusia, hewan, tumbuhan, batu-batuan, air, api, dan lain sebagainya itu merupakan ciptaan Allah Swt. Karena itu, Allah Swt. Maha Kuasa atas segala sesuatu, sedangkan manusia lemah tak berdaya. Ia Maha Agung Mulia, sedangkan manusia rendah dan hina. Selain Maha Pencipta dan Maha Kuasa, Ia pelihara seluruh makhluk-Nya dan Ia sediakan seluruh kebutuhannya, termasuk manusia. Selanjutnya, Nabi Muhammad SAW. juga mengajarkan bahwa Allah Swt. itu Maha Mengetahui. Allah Swt. mengajarkan manusia berbagai macam ilmu pengetahuan yang tidak diketahuinya dan cara memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan keimanan merupakan ajaran utama yang diembankan kepada Rasulullah SAW. yang bersumber kepada wahyuwahyu Ilahi. Banyak sekali ayat al-Qur’ān yang memerintahkan beliau agar menyampaikan keimanan sebagai pokok ajaran Islam yang sempurna. Allah Swt. berfirman yang artinya “Katakanlah Muhammad, “Dialah Allah Swt., Yang Maha Esa. Allah Swt. tempat meminta segala sesuatu. Allah Swt. tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” al-Ikhlaś/1121-4Ajaran tauhid ini berbekas sangat dalam di hati Nabi dan para pengikutnya, sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat, mapan, dan tak tergoyahkan. Dengan keyakinan ini, para sahabat sangat percaya bahwa Allah Swt. tidak akan membiarkan mereka dalam kesulitan dan penderitaan. Dengan keyakinan ini pula, mereka percaya bahwa Allah Swt. akan memberikan kebahagiaan hidup kepada mereka. Dengan keyakinan ini pula, para sahabat terbebas dari pengaruh kekayaan dan kesenangan duniawi. Dengan keyakinan ini pula, para sahabat mampu bersabar dan bertahan serta tetap berpegang teguh pada agama ketika mereka mendapatkan tantangan dan siksaan yang amat keji dari pemuka-pemuka Quraisy. Dengan keyakinan seperti ini pulalah, Nabi Muhammad SAW. dapat mengatakan dengan mantap kepada Abu Thalib, “Paman, demi Allah, kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan tugas ini, sungguh tidak akan aku tinggalkan. Biarlah nanti Allah Swt. yang akan membuktikan apakah saya memperoleh kemenangan berhasil atau binasa karenanya”.Ini pula yang menjadi rahasia mengapa Bilal bin Rabbah dapat bertahan atas siksaan yang ia terima dengan tetap mengucapkan “Allah Maha Esa” secara Akhlak MuliaDalam hal akhlak, Nabi Muhammad SAW. tampil sebagai teladan yang baik ideal. Sejak sebelum menjadi nabi, ia telah tampil sebagai sosok yang jujur sehingga diberi gelar oleh masyarakatnya sebagai al-Amin yang dapat dipercaya. Selain itu, Nabi Muhammad SAW. merupakan sosok yang suka menolong dan meringankan beban orang lain. Ia juga membangun dan memelihara hubungan kekeluargaan serta persahabatan. Nabi Muhammad SAW. tampil sebagai sosok yang sopan, lembut, menghormati setiap orang, dan memuliakan tamu. Selain itu, Nabi Muhammad SAW. juga tampil sebagai sosok yang berani dalam membela kebenaran, teguh pendirian, dan tekun dalam Muhammad SAW. mengajak agar sikap dan perilaku yang tidak terpuji yang dilakukan masyarakat Arab seperti berjudi, meminum minuman keras khamr, berzina, membunuh, dan kebiasaan buruk lainnya untuk ditinggalkan. Selain karena pribadi Nabi Muhammad SAW. dengan akhlaknya yang luhur, ajaran untuk memperbaiki akhlak juga bersumber dari Allah Swt. dalam Firman-Nya, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu yang berselisih dan bertakwalah kepada Allah Swt. agar kamu mendapat rahmat.” al-Ḥujurāt/4910Keterangan di atas memberikan penjelasan kepada kita, bagaimana Rasulullah SAW. memadukan teori dengan praktik. Ia mengajarkan akhlak mulia kepada masyarakatnya, sekaligus juga membuktikannya dengan perilakunya yang sangat luhur. Akhlak Rasulullah SAW. adalah apa yang dimuat di dalam al-Qur’ān itu sendiri. Ia tidak hanya mengajarkan, tetapi juga mencontohkan dengan akhlak terpuji. Hal ini diakui oleh seorang penulis Barat, Michael H. Hart dalam bukunya yang berjudul “100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia” dengan menempatkan Rasulullah SAW. sebagai manusia tersukses mengubah perilaku manusia yang biadab menjadi manusia yang Strategi Dakwah Rasulullah SAW di MekahDalam mendakwahkan ajaran-ajaran Islam yang sangat fundamental dan universal, Rasulullah SAW. tidak serta-merta melakukannya dengan tergesa-gesa. Ia mengerti benar bagaimana kondisi masyarakat Arab saat itu yang bergelimang dengan kemaksiatan dan praktik-praktik kemungkaran. Mengubah pola pikir dan kebiasaan-kebiasaan atau adat-istiadat bangsa Arab khususnya kaum Quraisy bukanlah perkara mudah. Kebiasaan yang telah dilakukan secara Jabal Tsur, salah satu tempat Rasulullah turun-temurun sejak ratusan tahun melakukan strategi dakwah. Silam, ditambah lagi dengan pengaruh agama Nasrani dan Yahudi yang sudah dikenal lama bahkan sudah banyak dua tahapan yang dilakukan Rasulullah SAW. dalam menjalankan misi dakwah tersebut, yaitu dakwah secara sembunyi-sembunyi yang hanya terbatas di kalangan keluarga dan sahabat terdekat dan dakwah secara terang-terangan kepada khalayak Dakwah secara Sembunyi-sembunyi Al-Da’wah bi al-SirrAgar tidak menimbulkan keresahan dan kekacauan di kalangan masyarakat Quraisy, Rasulullah SAW. memulai dakwahnya secara sembunyi-sembunyi al-Da’wah bi al-Sirr. Hal tersebut dilakukan mengingat kerasnya watak suku Quraisy dan keteguhan mereka berpegang pada keyakinan dan penyembahan berhala. Pada tahap ini, Rasulullah SAW. memfokuskan dakwah Islam hanya kepada orang-orang terdekat, yaitu keluarga dan para sahabatnya. Rumah Rasulullah SAW Dārul Arqam dijadikan sebagai pusat kegiatan tempat itulah, ia menyampaikan risalah-risalah tauhid dan ajaran Islam lainnya yang diwahyukan Allah Swt. kepadanya. Rasulullah SAW. secara langsung menyampaikan dan memberikan penjelasan tentang ajaran Islam dan mengajak pengikutnya untuk meninggalkan agama nenek moyang mereka, yaitu dari menyembah berhala menuju penyembahan kepada Allah Swt. Karena sifat dan pribadinya yang sangat terpercaya dan terjaga dari hal-hal tercela, tanpa ragu para pengikutnya, baik dari kalangan keluarga maupun para sahabat menyatakan ketauhidan dan keislaman mereka di hadapan Rasulullah pertama as-sābiqunal awwalūn yang mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW. dan menyatakan keislamannya adalah Siti Khadijah istri, Ali bin Abi Ţhalib adik sepupu, Zaid bin Harisah pembantu yang diangkat menjadi anak, dan Abu Bakar Siddik sahabat. Selanjutnya secara perlahan tetapi pasti, pengikut Rasulullah SAW. makin bertambah. Di antara mereka adalah Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Said bin Abi Waqas, Abdurrahman bin Auf, Ṭaha bin Ubaidillah, Abu Ubaidillah bin Jarrah, Fatimah bin Khattab dan suaminya Said bin Zaid alAdawi, Arqam bin Abil Arqam, dan beberapa orang lainnya yang berasal dari suku secara diam-diam atau rahasia al-Da’wah bi al-Sirr ini dilaksanakan Rasulullah SAW. selama lebih kurang tiga tahun. Setelah memperoleh pengikut dan dukungan dari keluarga dan para sahabat, selanjutnya Rasulullah SAW. mengatur strategi dan rencana agar ajaran Islam dapat diajarkan dan disebarluaskan secara Dakwah secara Terang-terangan Al-Da’wah bi al-JahrDakwah secara terang-terangan al-Da’wah bi al-Jahr dimulai ketika Rasulullah SAW. menyeru kepada orang-orang Mekah. Ia berdiri di atas sebuah bukit dan berteriak dengan suara lantang memanggil mereka. Beberapa keluarga Quraisy menyambut seruannya. Kemudian, ia berpaling kepada sekumpulan orang sambil berkata, “Wahai orang-orang! Akankah kalian percaya jika saya katakan bahwa musuh Anda sekalian telah bersiaga di sebelah bukit Safa ini dan berniat menyerang nyawa dan harta kalian?” Mereka menjawab, “Kami tak mendengar Anda berbohong sepanjang hayat kami.” Ia lalu berkata, “Wahai bangsa Quraisy! Selamatkanlah dirimu dari neraka. Saya tak dapat menolong Anda di hadapan Allah Swt. Saya peringatkan Anda sekalian akan siksaan yang pedih!” Ia menambahkan, “Kedudukan saya seperti penjaga, yang mengamati musuh dari jauh dan segera berlari kepada kaumnya untuk menyelamatkan dan memperingatkan mereka tentang bahaya yang akan datang.”Seiring dengan itu, turun pula wahyu Allah Swt. agar Rasulullah SAW. melakukannya secara terang-terangan dan terbuka. Mengenai hal tersebut, Allah Swt. berfirman, yang artinya “Maka sampaikanlah Muhammad secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang yang musyrik.” al-Ḥijr/1594. Baca pula firman Allah dalam asy-Syua’ara/26 ayat-ayat di atas, Rasulullah SAW. yakin bahwa sudah saatnya ia dan para pengikutnya untuk menyebarluaskan ajaran Islam secara terbuka dan terang-terangan. Dengan dukungan istrinya Siti Khadijah, paman yang setia membelanya, yaitu Abu Thalib, serta para sahabat dan pengikutnya yang setia ditambah pula dengan keyakinan bahwa Allah Swt. senantiasa menyertai, dimulailah dakwah suci ini. Pertama-tama dakwah dilakukan kepada sanak keluarga, kemudian kepada kaumnya, dan penduduk Kota Mekah yang saat itu penyembahannya kepada berhala begitu kalangan keluarga, ia mengajak paman-pamannya termasuk Abu Lahab dan Abu Jahal yang terkenal sangat menentang dakwah Rasul. Mereka menolak mentah-mentah ajakan Rasulullah SAW. dengan mengatakan bahwa agama merekalah yang paling benar. Penolakan yang disertai ejekan, cemoohan, hinaan bahkan ancaman tersebut tidak lantas membuat Rasulullah SAW. berputus asa dan berhenti melakukan dakwah. Namun, beliau makin tertantang untuk terus mengajak masyarakat memeluk agama kenyataan tersebut, Abu Lahab, Abu Sufyan, dan kalangan bangsawan serta pemuka Quraisy lainnya meminta para penyair-penyair Quraisy untuk mengolok-olok dan mengejek Nabi Muhammad SAW. Selain itu, mereka juga menuntut Muhammad untuk menampilkan mukjizatnya seperti apa yang telah ditampilkan oleh Musa as. dan Isa as. Seperti menjadikan bukit Safa dan Marwah berubah menjadi bukit emas, menghidupkan orang yang sudah mati, menghalau bukit-bukit yang mengelilingi Mekah, memancarkan mata air yang lebih baik dari zamzam. Tidak sampai di situ, bahkan mereka mengolok-olok Nabi dengan menyatakan mengapa Allah Swt. tidak menurunkan wahyu tentang harga barang-barang dagangan agar mereka dapat cemoohan, ejekan, dan ancaman yang ditujukan kepada Rasulullah SAW. dan para pengikutnya makin melecut semangat Rasulullah SAW. dengan terus bertambahnya jumlah pengikutnya. Pelan tetapi pasti, pengaruh Rasulullah SAW. dan ajaran Islam semakin diterima oleh masyarakat Mekah yang telah muak dengan praktik-praktik kotor jahiliah. Kenyataan ini mendorong para pemuka Quraisy datang kembali kepada Abu Thalib, paman yang selalu membela Rasul. Mereka membawa seorang pemuda yang gagah yang bernama Umarah bin al-Walid bin al-Mugirah untuk ditukarkan dengan Nabi Muhammad SAW. yang ditolak oleh Abu Thalib. Nabi Muhammad SAW. terus saja yang ketiga kalinya, para pembesar Quraisy datang kepada Abu Thalib. Mereka berkata, “Wahai Abu Ţhalib, Anda orang yang terhormat dan terpandang di kalangan kami. Kami telah meminta Anda untuk menghentikan kemenakanmu, tetapi Anda tidak juga memenuhi tuntutan kami! Kami tidak akan tinggal diam menghadapi orang yang memaki nenek moyang kami, tidak menghormati harapan-harapan kami, dan mencaci-maki berhala-berhala kami. Sebaiknya, Anda sendirilah yang menghentikan kemenakan Anda, atau jika tidak, kami akan lawan hingga salah satu pihak binasa”.Sejak saat itu, orang-orang Quraisy mencaci-maki dan menyiksa kaum muslimin tidak terkecuali Nabi sendiri. Peristiwa yang paling terkenal adalah penyiksaan Bilal seorang budak dari Abisinia. Ia dipaksa untuk melepaskan agama, dicambuk, dicampakkan di padang pasir, dan dadanya ditindih dengan batu yang lebih besar dari badannya. Dalam siksaan semacam itu, Bilal tetap teguh dengan keyakinannya; mulutnya terus mengucapkan Ahad, Ahad, … Allah Maha Esa, Allah Maha Esa. Bilal terus menerus mengalami siksaan hingga ia dibeli oleh Abu Bakar Siddik. Sebagai orang kaya, Abu Bakar banyak sekali memerdekakan budak di antaranya adalah budak perempuan Umar bin Nabi Muhammad SAW. telah mendapat perlindungan dari Banu Hasyim dan Banu Muthalib, ia masih juga mengalami penyiksaan. Ummu Jamil, istri Abu Lahab, melemparkan najis ke depan rumahnya. Demikian juga Abu Jahal yang melemparkan isi perut kambing kepada Nabi Muhammad SAW. ketika ia sedang salat. Intimidasi dan penyiksaan yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. dan para pengikutnya berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Kian hari kian keji siksaan yang mereka terima. Namun demikian, Nabi Muhammad SAW. dan para sahabatnya tetap tabah dan terus memelihara dan meningkatkan keyakinan dan keimanan setiap hari jumlah pengikut Nabi Muhammad SAW. terus bertambah. Kenyataan ini menyesakkan dada kaum Quraisy. Oleh karena itu, mereka mengutus Utbah bin Rabi’ah untuk bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Dalam pertemuannya dengan Nabi Muhammad SAW. ia mengatakan,“Wahai anakku, dari segi keturunan engkau mempunyai tempat bermartabat di kalangan kami. Kini engkau membawa perkara besar yang menyebabkan kaum Quraisy terpecah belah. Kini dengarkanlah, kami akan menawarkan beberapa hal. Kalau engkau menginginkan harta, kami siap mengumpulkan harta kami sehingga engkau menjadi yang terkaya di antara kami. Jika engkau menginginkan pangkat atau jabatan, kami akan angkat engkau menjadi pemimpin kami; kami tak akan memutus satu perkara tanpa persetujuanmu. Kalau kedudukan raja yang engkau cari, kami akan menobatkan engkau menjadi raja. Jika engkau mengidap penyakit syaraf yang tidak dapat engkau sembuhkan, maka akan kami usahakan penyembuhannya dengan biaya yang kami tanggung sendiri hingga engkau sembuh”.Mendengar tawaran itu, Nabi Muhammad SAW. membacakan surat al-Sajdah kepada Utbah. Ia terdiam dan tertegun serta insaf bahwa ia berhadapan dengan seorang yang tidak gila harta, tidak berambisi pada kekuasaan, dan bukan pula orang yang kembali kepada Quraisy dan menceritakan pengalamannya ketika bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. serta menyarankan agar mereka membiarkan Nabi Muhammad SAW. berhubungan secara bebas dengan semua orang Arab. Usul Utbah tentu tidak dapat mereka terima, sebab mereka belum merasa puas jika belum mengalahkan Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, mereka meningkatkan penyiksaan baik kepada Nabi Muhammad SAW. maupun kepada para semangat kerasulannya serta keyakinan akan kebenaran ajaran Ilahi, gerakan dakwah Rasulullah SAW. makin tersebar luas. Teman, sahabat, bahkan orang yang tidak dikenalnya, baik dari kalangan bangsawan terhormat maupun dari golongan hamba sahaya banyak yang mendengar dan memahami ajaran Islam, kemudian memeluk agama Islam dan beriman kepada Allah Swt. Rasulullah SAW. makin tegas, lantang dan berani, tetapi tetap komitmen terhadap tugas, fungsi, dan wewenangnya sebagai rasul utusan Allah Reaksi Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah SAWSebagaimana yang telah disinggung pada bagian sebelumnya, kaum kafir Quraisy terus berupaya menggalang kekuatan agar Rasulullah SAW. dan upayanya dalam penyebaran ajaran Islam dapat dihentikan. Berbagai upaya mereka lakukan, mulai mengajak berdialog dengan mengiming-imingi berbagai bantuan hingga kekerasan yang dilakukan terhadap Rasulullah SAW. dan para sahabat serta pengikut ajarannya. Puncak dari kejengkelan mereka dengan cara memboikot Rasulullah SAW. dan para sahabatnya serta pengikutnya dari boikot ekonomi dan beberapa alasan kaum kafir menolak dan menentang ajaran yang dibawa Rasulullah SAW, di antaranya adalah sebagai Kesombongan dan KeangkuhanBangsa Arab jahiliah dikenal sebagai bangsa yang sangat angkuh dan sombong. Mereka menganggap bahwa semua yang telah mereka lakukan adalah sesuatu yang benar. Mereka menganggap bahwa tidak salah dengan apa yang mereka lakukan. Kesombongan mereka tercermin dari syair-syair yang mereka buat, terutama kesombongan kaum Quraisy yang merasa suku mereka yang paling terhormat dan paling berpengaruh. Mereka memandang bahwa mereka lebih mulia dan tinggi derajatnya dari golongan bangsa Arab lainnya. Mereka tidak menerima ajaran persamaan hak dan derajat yang dibawa Islam. Oleh karenanya, mengakui dan menerima ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. akan menurunkan dan menjatuhkan derajat dan martabat serta mengancam kedudukan Fanatisme Buta terhadap LeluhurKebiasaan yang telah mengakar kuat dan turun-temurun dalam melaksanakan penyembahan berhala dan kemusyrikan lainnya, menyebabkan mereka sangat sulit menerima ajaran tauhid dan menyembah Allah Swt. yang Ahad. Kebiasaan tersebut sudah mengkristal dan berakar, mereka sangat sulit diberikan pemahaman bertauhid. Tuhan bagi mereka diwujudkan dalam bentuk berhala-berhala yang mereka buat sendiri sejak ratusan tahun lalu. Fanatisme terhadap ajaran leluhur jelas-jelas telah menenggelamkan mereka ke dalam kesesatan yang tersebut ditegaskan oleh Allah Swt. dalam firmannya “Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah Swt. dan mengikuti Rasul.” Mereka menjawab, “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya.” Apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak pula mendapat petunjuk?” al-Maidah/51043. Eksistensi dan Persaingan KekuasaanPenolakan mereka terhadap ajaran Rasulullah SAW. secara politis dapat melemahkan eksistensi dan pengaruh kekuasaan mereka. Jika mereka menerima Rasulullah SAW. dengan ajaran yang dibawanya, tentu saja akan berakibat pada lemahnya pengaruh dan kekuasaan mereka. Kekuasaan dan pengaruh yang selama ini mereka dapatkan dengan menghalalkan berbagai cara, tentu sangat bertolak belakang dengan ajaran Rasulullah SAW. Itulah sebabnya, mereka “mati-matian” mempertahankan eksistensi dan keberadaan mereka untuk menolak Rasulullah Contoh-contoh Penyiksaan Quraisy terhadap Rasulullah SAW dan Para PengikutnyaBerikut adalah contoh-contoh penyiksaan kafir Quraisy terhadap Rasulullah SAW. dan para hari, Abu Jahal melihat Rasulullah SAW. di Safa, ia mencerca dan menghina tetapi tidak ditanggapi oleh Rasulullah SAW. dan ia beranjak pulang. Kemudian, Abu Jahal pun bergabung dengan kelompoknya kaum Quraisy di samping Ka’bah. Mendengar kejadian tersebut, Hamzah, paman Rasulullah SAW., marah seraya bangkit mencari Abu Jahal. Ia kemudian menemukan Abu Jahal yang sedang duduk di samping Ka’bah dengan kelompoknya kaum Quraisy. Tanpa banyak bicara, ia langsung mengangkat busur dan memukulkannya ke kepala Abu Jahal hingga tengkoraknya terluka. “Engkau mencerca dia Rasulullah SAW., padahal aku sudah memeluk agamanya. Aku menempuh jalan yang ia tempuh. Jika mampu, ayo, lawan aku!” tantang hari, Uqbah bin Abi Mu’iţ melihat Rasulullah SAW. bertawaf, lalu menyiksanya. Ia menjerat leher Rasulullah SAW. dengan sorbannya dan menyeret ke luar masjid. Beberapa orang datang menolong Rasulullah SAW. karena takut kepada Bani lain dilakukan oleh pamannya sendiri, yaitu Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil yang tiada tara kejinya. Rasulullah SAW. bertetangga dengan mereka. Mereka tak pernah berhenti melemparkan barang-barang kotor kepadanya. Suatu hari mereka melemparkan kotoran domba ke kepala Nabi. Sekali lagi Hamzah membalasnya dengan menimpakan barang yang sama ke kepala Abu Quraisy memutuskan segala bentuk hubungan perkawinan dan perdagangan dengan Bani Hasyim. Persetujuan pemboikotan ini dibuat dalam bentuk piagam, ditandatangani bersama dan digantungkan di Ka’bah. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-7 kenabian dan berlangsung selama tiga tahun. Pemboikotan ini mengakibatkan kelaparan, kemiskinan, dan kesengsaraan bagi kaum muslimin. Untuk meringankan penderitaan kaum muslimin, mereka pindah ke suatu lembah di luar Kota Perjanjian AqabahKerasnya penolakan dan perlawanan Quraisy, mendorong Nabi Muhammad SAW. melancarkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah Arab di luar suku Quraisy. Dalam melakukan dakwah ini, Nabi Muhammad SAW. tidak saja menemui mereka di Ka’bah pada saat musim haji, ia juga mendatangi perkampungan dan tempat tinggal para kepala suku. Tanpa diketahui oleh seorang pun, Nabi Muhammad SAW. pergi ke Taqif. Di sana ia menemui Ţaqif dengan harapan agar ia dan masyarakatnya mau menerimanya dan memeluk Islam. Ţaqif dan masyarakatnya menolak Nabi dengan kejam. Meski demikian, Nabi berlapang dada dan meminta Ţaqif untuk tidak menceritakan kedatangannya ke Ţaif agar ia tidak mendapat malu dari orang itu tidak dihiraukan oleh Ţaqif, bahkan ia menghasut masyarakatnya untuk mengejek, menyoraki, mengusir, dan melempari Nabi. Selain itu, Nabi mendatangi Bani Kindah, Bani Kalb, Bani Hanifah, dan Bani Amir bin Sasa’ah ke rumah-rumah mereka. Tak seorang pun dari mereka yang mau menyambut dan mendengar dakwah Nabi. Bahkan, Bani Hanifah menolak dengan cara yang sangat buruk. Amir menunjukkan ambisinya, ia mau menerima ajakan Nabi dengan syarat jika Nabi memperoleh kemenangan, kekuasaan harus berada di tersebut mendorong Nabi Muhammad SAW. berkesimpulan bahwa tidak mungkin lagi mendapat dukungan dari Quraisy dan kabilah-kabilah Arab lainnya. Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW. mengalihkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah lain yang ada di sekitar Mekah yang datang berziarah setiap tahun ke Mekah. Jika musim ziarah tiba, Nabi Muhammad SAW. pun mendatangi kabilah-kabilah itu dan mengajak mereka untuk memeluk Islam. Tak berapa lama kemudian, tanda-tanda kemenangan datang dari Yatsrib Madinah. Nabi Muhammad SAW. sesungguhnya mempunyai hubungan emosional dengan Yatsrib. Di sanalah ayahnya dimakamkan, di sana pula terdapat famili-familinya dari Bani Najjar yang merupakan keluarga kakeknya, Abdul Muthalib dari pihak ibu. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila di tempat ini kelak Nabi Muhammad SAW. mendapat kemenangan dan Islam berkembang dengan amat merupakan kota yang dihuni oleh orang Yahudi dan Arab dari suku Aus dan Khazraj. Kedua suku ini selalu berperang merebut kekuasaan. Hubungan Aus dan Khazraj dengan Yahudi membuat mereka memiliki pengetahuan tentang agama samawi. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan kedua suku Arab tersebut lebih mudah menerima kehadiran Nabi Muhammad SAW. Ketika Yahudi mengalami kekalahan, suku Aus dan Khazraj menjadi penguasa di Yatsrib. Yahudi tidak tinggal diam, mereka berusaha mengadu domba Aus dan Khazraj yang akhirnya menimbulkan perang saudara yang dimenangkan oleh Aus. Sejak saat itu, orang-orang Yahudi yang sebelumnya terusir dapat kembali tinggal di Yatsrib. Aus dan Khazraj menyadari derita dan kerugian yang mereka alami akibat permusuhan mereka. Oleh karena itu, mereka sepakat mengangkat Abdullah bin Muhammad dari suku Khazraj sebagai pemimpin. Namun, hal itu tidak terlaksana. Hal ini disebabkan beberapa orang Khazraj pergi ke Mekah pada musim ziarah haji.Kedatangan orang-orang Khazraj ke Mekah diketahui oleh Nabi Muhammad SAW., dan ia pun segera menemui mereka. Setelah Nabi berbicara dan mengajak mereka untuk memeluk agama Islam, mereka pun saling berpandangan dan salah seorang dari mereka berkata, “Sungguh inilah Nabi yang pernah dijanjikan oleh orang-orang Yahudi kepada kita, dan jangan sampai mereka Yahudi mendahului kita.” Setelah itu, mereka kembali ke Yatsrib dan menyampaikan berita kenabian Muhammad SAW. Mereka menyatakan kepada masyarakatnya bahwa mereka telah menganut Islam. Berita dan pernyataan yang mereka sampaikan mendapat sambutan yang baik dari musim ziarah tahun berikutnya, datanglah 12 orang penduduk Yatsrib menemui Nabi Muhammad SAW. di Aqabah. Di tempat ini mereka berikrar kepada Nabi yang kemudian dikenal dengan Perjanjian Aqabah I. Pada Perjanjian Aqabah I ini, orang-orang Yatsrib berjanji kepada Nabi untuk tidak menyekutukan Tuhan, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak, tidak mengumpat dan memfitnah, baik di depan atau di belakang, jangan menolak berbuat kebaikan. Siapa mematuhi semua itu akan mendapat pahala surga dan kalau ada yang melanggar, persoalannya kembali kepada Allah Nabi menugaskan Mus’ab bin Umair untuk membacakan al-Qur’ān, mengajarkan Islam serta seluk-beluk agama Islam kepada penduduk Yașrib. Sejak itu, Mus’ab tinggal di Yatsrib. Jika musim ziarah tiba, ia berangkat ke Mekah dan menemui Nabi Muhammad SAW. Dalam pertemuan itu, Mus’ab menceritakan perkembangan masyarakat muslim Yatsrib yang tangguh dan kuat. Berita ini sungguh menggembirakan Nabi dan menimbulkan keinginan dalam hati Nabi untuk hijrah ke tahun 622 M, peziarah Yatsrib yang datang ke Mekah berjumlah 75 orang, dua orang di antaranya perempuan. Kesempatan ini digunakan Nabi melakukan pertemuan rahasia dengan para pemimpin mereka. Pertemuan Nabi dengan para pemimpin Yașrib yang berziarah ke Mekah disepakati di Aqabah pada tengah malam pada hari-hari Tasyriq tidak sama dengan hari Tasyriq yang sekarang. Malam itu, Nabi Muhammad SAW. ditemani oleh pamannya, Abbas bin Abdul Muṭṭalib yang masih memeluk agama nenek moyangnya menemui orang-orang Yatsrib. Pertemuan malam itu kemudian dikenal dalam sejarah sebagai Perjanjian Aqabah II. Pada malam itu, mereka berikrar kepada Nabi sebagai berikut, “Kami berikrar, bahwa kami sudah mendengar dan setia di waktu suka dan duka, di waktu bahagia dan sengsara, kami hanya akan berkata yang benar di mana saja kami berada, dan di jalan Allah Swt. ini kami tidak gentar terhadap ejekan dan celaan siapapun.”Setelah masyarakat Yatsrib menyatakan ikrar mereka, Nabi berkata kepada mereka, “Pilihkan buat saya dua belas orang pemimpin dari kalangan kalian yang menjadi penanggung jawab masyarakatnya”. Mereka memilih sembilan orang dari Khazraj dan tiga orang dari Aus. Kepada dua belas orang itu, Nabi mengatakan, “Kalian adalah penanggung jawab masyarakat kalian seperti pertanggungjawaban pengikut-pengikut Isa bin Maryam. Terhadap masyarakat saya, sayalah yang bertanggung jawab. ” Setelah ikrar selesai, tiba-tiba terdengar teriakan yang ditujukan kepada kaum Quraisy, “Muhammad dan orang-orang murtad itu sudah berkumpul akan memerangi kamu!”. Semua kaget dan terdiam. Tiba-tiba Abbas bin Ubadah, salah seorang peserta ikrar, berkata kepada Nabi, “Demi Allah Swt. yang mengutus Anda berdasarkan kebenaran, jika Nabi mengizinkan, besok penduduk Mina akan kami habisi’ dengan pedang kami.” Lalu, Nabi Muhammad SAW. menjawab, “Kita tidak diperintahkan untuk itu, kembalilah ke kemah kalian!” Keesokan harinya, mereka bangun pagi-pagi sekali dan segera bergegas pulang ke Peristiwa Hijrah Kaum Muslimin1. Hijrah ke Abisinia HabsyiUntuk menghindari bahaya penyiksaan, Nabi Muhammad SAW. menyarankan para pengikutnya untuk hijrah ke Abisinia Habsyi. Para sahabat pergi ke Abisinia dengan dua kali hijrah. Hijrah pertama sebanyak 15 orang; sebelas orang laki-laki dan empat orang perempuan. Mereka berangkat secara sembunyi-sembunyi dan sesampainya di sana, mereka mendapatkan perlindungan yang baik dari Najasyi sebutan untuk Raja Abisinia. Ketika mendengar keadaan Mekah telah aman, mereka pun kembali lagi. Namun, mereka kembali mendapatkan siksaan melebihi dari sebelumnya. Karena itu, mereka kembali hijrah untuk yang kedua kalinya ke Abisinia tahun kelima dari kenabian atau tahun 615 M. Kali ini mereka berangkat sebanyak 80 orang laki-laki, dipimpin oleh Ja’far bin Abi Ţalib. Mereka tinggal di sana hingga sesudah Nabi hijrah ke Yatsrib Madinah. Peristiwa hijrah ke Abisinia ini dipandang sebagai hijrah pertama dalam hijrah ke Abisinia ini sungguh tidak menyenangkan kaum Quraisy dan menimbulkan kekhawatiran yang sangat besar. Ada dua hal yang dikhawatirkan oleh kaum Quraisy, yaitu pertama, kaum muslimin akan dapat menjalin hubungan yang luas dengan masyarakat Arab. Kedua, kaum muslimin akan menjadi kuat dan kembali ke Mekah untuk menuntut balas. Oleh karena itu, mereka mengutus Amr bin Aș dan Abdullah bin Rabi’ah kepada Najasyi agar mau menyerahkan kaum muslimin yang berhijrah ke sana. Dengan mempersembahkan hadiah yang besar kepada Najasyi, kedua utusan itu berkata,“Paduka Raja, mereka yang datang ke negeri tuan ini adalah budak-budak kami yang tidak mempunyai malu. Mereka meninggalkan agama nenek moyang mereka dan tidak pula menganut agama Paduka; mereka membawa agama yang mereka ciptakan sendiri, yang tidak kami kenal dan tidak juga Paduka pahami. Kami diutus oleh pemimpin-pemimpin mereka, orang-orang tua mereka, paman-paman mereka, dan keluarga-keluarga mereka supaya Paduka sudi mengembalikan orang-orang itu kepada pemimpin-pemimpin kami. Mereka lebih mengetahui betapa orang-orang itu mencemarkan dan mencerca agama mereka.”Najasyi kemudian memanggil kaum muslimin dan bertanya kepada mereka, “Agama apa ini sampai membuat tuan-tuan meninggalkan masyarakat tuan-tuan sendiri?” Kaum muslimin yang diwakili oleh Ja’far bin Abi Ţalib menjawab, “Paduka Raja, masyarakat kami masyarakat yang bodoh, menyembah berhala, memakan bangkai, melakukan berbagai macam kejahatan, memutuskan hubungan dengan kerabat, tidak baik dengan tetangga; yang kuat menindas yang lemah. Demikianlah keadaan masyarakat kami hingga Allah Swt. mengutus seorang rasul dari kalangan kami sendiri yang kami kenal asal usulnya, jujur, dapat dipercaya, dan bersih. Ia mengajak kami hanya menyembah kepada Allah Swt. Yang Maha Esa, meninggalkan batu-batu dan patung-patung yang selama ini kami dan nenek moyang kami sembah. Ia melarang kami berdusta, menganjurkan untuk berlaku jujur, menjalin hubungan kekerabatan, bersikap baik kepada tetangga, dan menghentikan pertumpahan darah. Ia melarang kami melakukan segala perbuatan jahat, menggunakan kata-kata dusta dan keji, memakan harta anak yatim, dan mencemarkan nama baik perempuan yang tak bersalah. Ia meminta kami menyembah Allah Swt. dan tidak mempersekutukan-Nya. Jadi, yang kami sembah hanya Allah Swt. Yang Tunggal, tidak mempersekutukan-Nya dengan apa dan siapa pun. Segala yang diharamkan kami jauhi dan yang dihalalkan kami lakukan. Karena itulah kami dimusuhi, dipaksa meninggalkan agama kami. Karena mereka memaksa kami, menganiaya dan menekan kami, kami pun keluar menuju negeri Paduka ini. Padukalah yang menjadi pilihan kami. Senang sekali kami berada di dekat Paduka, dengan harapan di sini tidak ada penganiayaan”.Mendengar pernyataan yang demikian fasih dan santun, akhirnya Raja Najasyi memberikan perlindungan kepada kaum muslimin hingga kemudian mereka hidup untuk beberapa lama di negeri yang jauh dari tanah Hijrah ke MadinahPeristiwa Ikrar Aqabah II ini diketahui oleh orang-orang Quraisy. Sejak itu tekanan, intimidasi, dan siksaan terhadap kaum muslimin makin meningkat. Kenyataan ini mendorong Nabi segera memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib. Dalam waktu dua bulan saja, hampir semua kaum muslimin, sekitar 150 orang telah berangkat ke Yatsrib. Hanya Abu bakar dan Ali yang masih menjaga dan membela Nabi di Mekah. Akhirnya, Nabi pun hijrah setelah mendengar rencana Quraisy yang ingin Muhammad SAW. dengan ditemani oleh Abu Bakar berhijrah ke Yatsrib. Sesampai di Quba, 5 km dari Yatsrib, Nabi beristirahat dan tinggal di sana selama beberapa hari. Nabi menginap di rumah Umi Kalsum bin Hindun. Di halaman rumah ini Nabi membangun sebuah masjid. Inilah masjid pertama yang dibangun pada masa Islam yang kemudian dikenal dengan Masjid Quba. Tak lama kemudian, Ali datang menyusul setelah menyelesaikan amanah yang diserahkan Nabi kepadanya pada saat berangkat Nabi memasuki Yatsrib, ia dielu-elukan oleh penduduk kota itu dan menyambut kedatangannya dengan penuh kegembiraan. Sejak itu, nama Yatsrib diganti dengan Madinatun Nabi kota Nabi atau sering pula disebut dengan Madinatun Munawwarah kota yang bercahaya. Dikatakan demikian karena memang dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh penjuru III PENUTUPA. KesimpulanKetika Nabi Muhammad SAW. menerima wahyu pertama, yaitu ayat 1-5 surah al-Alaq pada tanggal 17 Ramadhan, sejak itu ia diangkat menjadi nabi. Ketika ia menerima ayat 1-7 surah al-Muddașșir, ia pun diangkat menjadi rasul. Setelah itu, wahyu terputus. Nabi Muhammad SAW. merasa gelisah dan bertanya-tanya, apa yang harus disampaikan, bagaimana menyampaikannya, dan kepada siapa disampaikan? Dalam kegelisahannya, turunlah surah awalnya Nabi SAW. berdakwah secara rahasia dan hanya mengajak orang-orang terdekat saja. Orang pertama yang menerima dakwah Nabi adalah Khadijah, istrinya, kemudian Ali bin Abi Ţalib, sepupunya, dan Zaid bin Haritsah, bekas budaknya. Sementara itu, laki-laki dewasa yang pertama memeluk Islam adalah Abu Bakar bin Quhafah. Melalui ajakan Abu Bakar, beberapa orang menerima ajakannya, yaitu Usman bin Affan, Abdur Rahman bin Auf, Ţalhah bin Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqqas, Zubair bin Awwam. Setelah itu, Abu Ubaidah bin Jarrah dan beberapa penduduk Mekah turut pula menyatakan keislamannya dan menerima ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Kegiatan dakwah secara rahasia ini berlangsung selama tiga perintah Allah Swt. turun melalui Surah asy-Syu’arā/26214-216 dan Surah al-Ĥijr/1594, Nabi Muhammad SAW. pun melakukan dakwah secara terang-terangan terbuka. Nabi Muhammad SAW. mengumpulkan keluarganya di rumahnya. Setelah selesai makan, ia pun menyampaikan maksudnya. Tiba-tiba Abu Jahal menghentikan pembicaraan Nabi dan mengajak orang-orang untuk meninggalkan tempat. Keesokan harinya, Nabi kembali mengundang keluarganya. Setelah makan, Nabi pun menyampaikan maksudnya dan kembali Abu Jahal mengacaukan suasana dan mereka yang hadir pun tertawa. Dalam keadaan riuh itu, Ali bin Abi Ţalib bangkit dan berkata, “Wahai Rasulullah! Saya akan membantu Anda, saya adalah lawan bagi siapa saja yang menentangmu.”Dakwah Nabi mendapatkan tantangan dan perlawanan dari Quraisy. Nabi dan sahabat-sahabatnya diejek, dicaci, dan disiksa. Tidak cukup sampai di situ, mereka juga membujuk Nabi dan menawarkan kekayaan, kehormatan, dan jabatan. Setelah ejekan, siksaan, dan ancaman tidak dapat mencegah dakwah Nabi, orang-orang Quraisy memboikot Nabi dan sahabat-sahabatnya. Untuk menghindari siksaan, Nabi memerintahkan sahabatnya hijrah ke orang-orang Quraisy tidak mau menerima dakwah Nabi, ia pun mengalihkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah Arab di luar Quraisy. Nabi mencoba mengajak orang-orang Țaif, namun ia ditolak, bahkan diejek, diusir, dan dilempari. Nabi tidak berputus asa. Ia terus menyampaikan dakwahnya kepada kabilah-kabilah Arab yang datang berziarah ke Mekah setiap tahunnya. Dakwah Nabi mendapat sambutan dari orang-orang Madinah dan Nabi pun mengadakan Perjanjian Aqabah pertama dan kedua. Setelah Perjanjian Aqabah kedua, Nabi pun berhijrah ke Nabi di Mekah berlangsung selama 13 tahun. Selama itu Nabi menanamkan nilai-nilai tauhid dan mengajarkan akhlak mulia. Nilai-nilai ketauhidan ini membuat Nabi dan sahabat-sahabatnya tangguh menghadapi berbagai kesulitan dan rintangan serta tetap bersemangat menyampaikan SaranKita harus dapat mencontoh Rasulullah SAW dalam upaya meraih kesuksesan, diperlukan sikap tangguh dan pantang menyerah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. ketika ia berjuang PUSTAKAKementerian Agama RI. 2011. Islam Rahmatan Lil’alamin. Jakarta Kementerian Agama Agama RI. 2012. Tafsir al-Qur’ān Tematik. Jakarta Kementerian Agama Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Nelty & Zen, Endi Suhendi. 2017. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kerasulan Nabi Muhammad saw dan wahyu pertamanyaMenurut riwayat hadis yang sahih benar rasulullah diangkat menjadi rasul pada umur 40 tahun ketika malam 17 Ramadhan. Pada saat itu malaikat jibril datang dan menyampaikan wahyu yang pertama kepada rasulullah saw yaitu QS Al-Alaq ayat 1-5اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ 1 خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ 2 اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ 3 الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ 4 عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ 5Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar manusia dengan perantaraan qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak Al-Alaq ayat 1-5 itulah yang menjadi tanda awal mula Nabi Muhammad saw diangkat sebagai rasul. Kemudian setelah itu dalam kurun waktu 23 tahun Nabi Muhammad saw menerima wahyu dari Allah secara berangsur-angsur. Ayat-ayat yang diturunkanpun sesuai dengan kejadian terbaru atau faktual, sehingga setiap ayat yang turun tersebut hampir semuanya disertai dengan Asbabun Nuzul sebab/kejadian yang mendasari turunnya ayat. Ayat-ayat yang telah turun tersebut kemudian disatukan menjadi mushaf atau Al-Qur’ - ajaran Inti Rasulullah saw di Mekaha. AqidahKetika itu masyarakat Arab yang dilahirkan sebelum rasulullah lahir banyak yang berpegang pada ajaran musyrik, sehingga Allah mengutus rasulullah untuk menyebarkan ajaran tauhid ajaran yang bersumber dari wahyu-wahyu Allah swt. Rasulullah menyampaikan kepada kaum Quraisy bahwa Allah swt itu maha pencipta apa yang ada di dunia, langit dan Allah swt adalah dzat yang maha mengetahui segalanya, dan maha kuasa atas segala sesuatu. Sedangkan manusia adalah makhluk yang lemah dan hina, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kebesaran Allah. Ajaran tentang keimanan merupakan ajaran inti yang disampaikan oleh rasulullah, terdapat banyak ayat yang memerintahkan rasulullah untuk mengajarkan keimanan ini, misalnya saja pada Al-Ikhlas yang artinya Katakanlah Muhammad, “Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”Dengan keyakinan iman atau ketauhidan rasulullah ini kemudian memunculkan sikap kuat para sahabat rasulullah dan mereka mempercayai bahwa Allah akan selalu ada dan melindungi, dengan keimanan ini pula para sahabat meyakini Allah akan memberikan kebahagian hidup kepada dalam kesempatan lain Rasulullah menyampaikan kepada pamannya Abu Thalib bahwa “Demi Allah, Paman, jika pun mereka meletakkan rembulan di tangan kananku dan matahari di tangan kiriku agar aku meninggalkan perintah ini, maka tidak akan aku tinggalkan. Dan biarlah Allah swt yang akan membuktikan apakah saya akan berhasil atau akan binasa”.Ketauhidan ini pula yang menjadikan seorang yang bernama Bilal bin Rabbah mampu bertahan ketika disiksa dan tetap mengungkapkan bahwa “Allah Maha Esa” dengan terus-menerus,b. AkhlakRasulullah terkenal dengan gelarnya yaitu Al-Amin yang dapat dipercaya, hal tersebut menunjukkan kemuliaan akhlak rasulullah. Tidak hanya itu nabi Muhammad merupakan pribadi yang juga suka menolong, pribadi yang sopan dengan menghormati dan selalu memuliakan tamu, pribadi yang berani dalam membela kebenaran, berprinsip dan tekun juga mengajarkan kita untuk tidak melakukan hal-hal yang telah dilarang Allah swt, misalnya minum-minuman keras khamr, judi, membunuh, berzina dan perbuatan-perbuatan tidak terpuji lainnya. Ketika Rasulullah mengajarkan perilaku-perilaku yang baik dan melarang perilaku-perilaku yang tidak baik, keduanya selalu berkesesuaian dengan apa yang diperintahkan oleh Allah swt. Seperti dalam QS. Al Hujarat ayat 10 yang artinya “sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu yang berselisih dan bertawakal kepada allah swt agar kamu mendapat rahmat.”Apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah selalu berkesesuaian antara teori dengan praktiknya. Akhlak Rasulullah mencerminkan apa yang telah tertulis dalam Al-Qur’an itu sendiri. Tidak hanya dengan mengajarkan, namun juga dengan mencontohkannya dengan akhlak yang baik. Bahkan hal tersebut juga diakui oleh Michael H. Hart, merupakan seorang penulis dari barat yang menulis buku mengenai “100 Tokoh yang Berpengaruh di Dunia” dan mengatakan bahwa Rasulullah saw merupakan manusia tersukses yang dapat merubah perilaku manusia yang biadab menjadi beradab. Strategi Dakwah Rasulullah saw di MekahDalam dakwahnya di Mekah Rasulullah menggunakan 2 metode dakwah, yaitu dakwah secara sembunyi-sembunyi dan dakwah secara terang-terangan. dakwah secara sembunyi-sembunyi dilakukan dengan keluarga dan para sahabatnya, dakwah secara terang-terangan dilakukan dengan masyarakat Dakwah secara sembunyi-sembunyiDakwah secara sembunyi-sembunyi dilakukan Rasulullah dengan tujuan untuk keamanan Mekah sendiri, karena ketika itu orang Quraisy mempunyai watak yang keras dan masih meyakini berhala sebagai tuhan mereka. Pada metode ini dakwah difokuskan kepada orang-orang terdekat Rasulullah saw yakni keluarga dan para tersebut dilaksanakan di rumah Rasulullah, di situlah beliau mengajarkan mengenai risalah-risalah tauhid dan ajaran-ajaran tentang islam lainnya yang telah Allah swt wahyukan kepada Rasulullah saw. Dengan dakwah tersebut Rasulullah saw mengajak agar mereka meninggalkan agama nenek moyang yang mengajarkan untuk menyembah keluarga dan para sahabat tahu bahwa Nabi Muhammad merupakan orang yang terpuji sehingga mereka, baik keluarga maupun para sahabat yakin dan percaya kemudian mengikuti ajaran islam yang dibawakan oleh Rasulullah antara orang-orang pertama Asssabiqunal Awwalun yang masuk islam adalah Siti Khadijah, Ali Bin Abi Thalib, Zaid Bin Harizah, Dan Abu Bakar Assidiq. Kemudian setelah itu bertambah lagi, yaitu Utsman Bin Affan, Zubair Bin Awwam, Said Bin Abi Waqas, Abdurrahman Bin Auf, Taha Bin Ubaidillah, Abu Ubaidillah Bin Jarah, Fatimah Bin Khatabb Beserta Suaminya Said Bin Zaid Al Adawi, dan beberapa orang lainnya yang merupakan orang-orang suku quraisy. Dakwah dengan sembunyi-sembunyi ini dilakukan oleh Rasulullah saw selama kurang lebih tiga tahun. b. Dakwah secara terang-teranganPada saat itu bersamaan dengan kejadian Rasulullah yang berada di atas bukit dan menyerukan secara lantang tentang agama yang dibawakan olehnya kepada orang-orang Mekah turun QS. Al Hijr ayat 94 yang artinya“maka sampaikanlah Muhammad secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang yang musyrik.”Berdasarkan ayat tersebut Rasulullah saw meyakini bahwa sudah waktunya beliau dan para pengikutnya berupaya untuk menyebarluaskan agama islam sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah swt. Kemudian setelah rasul dan sahabat serta pengikutnya menyebarluaskan agama islam sikap menolak ditunjukkan oleh orang-orang pamannya Abu Lahab dan istrinya juga menolak agama yang dibawakan Rasulullah. Tidak hanya rasul dan para pengikutnya juga mendapat siksaan dari orang-orang quraisy. Bahkan seorang budak yang bernama Bilal bin Rabbah tidak lepas dari siksaan tersebut, ia dicambuk dan juga dadanya ditindih dengan batu yang besarnya melebihi besar badan Bilal itu itu ada juga kisah tentang penyiksaan-penyiksaan yang lain. Pada waktu itu Rasulullah saw sedang bertawaf, kemudian datanglah Uqbah Bin Abi Mu’it. Kemudian Uqbah menyeret Rasulullah dan menekik leher beliau menggunakan sorban. Beruntungnya ketika itu ada orang lain yang melihat sehingga Rasulullah dapat AqabahOrang-orang quraisy terus melakukan perwalanan terhadap Rasulullah, sahabat dan para pengikutnya. Pernah waktu itu Nabi Muhammad berkunjung ke taif untuk menemui kepala sukunya yang bernama Saif, harapannya adalah Saif dan masyarakatnya mau mengikuti ajaran yang dibawakan oleh Rasulullah yang terjadi bukanlah demikian ia dan masyarakatnya itu justru sangat menolak. Bahkan mereka juga mengejek, melempari dan mengusir Rasulullah saw. Tidak ada satupun dari mereka yang mau menerima dakwah dari dari kejadian tersebut Nabi Muhammad beranggapan bahwa tidak mungkin lagi beliau terus berdakwah dengan cara yang demikian dengan tidak adanya dukungan dari quraisy dan suku-suku di Arab lainnya. Akhirnya Rasulullah berfokus kepada orang-orang atau suku-suku di sekitar Mekah yang datang setiap tahunnya ke Mekah untuk dari Rasulullah tersebut membuahkan hasil, orang-orang dari Yasrib tempat Ayah Rasulullah dimakamkan menerima agama yang dibawakan oleh Rasuluullah. Kota Yasrib dihuni oleh orang-orang arab dari suku Khazraj dan Aus dan yahudi, keduanya selalu berkonflik untuk mendapatkan dan Khazraj menguasai yasrib setelah kekalahan yahudi. Karena ketidakterimaan akibat kekalahan tersebut yahudi mengadu domba Aus dengan Kharzraj yang kemudian menimbulkan perang saudara dan dimenangkan Aus. Setelah itu yahudi yang dulu terusir dari yasrib kini sudah memenempati kota itu dan Khazraj pada akhirnya sama-sama menyadari bahwa permusuhan antara mereka justru menimbulkan kerugian, lalu mereka memutuskan mengangkat seorang pemimpin dari suku Khazraj yang bernama Abdullah bin Muhammad. Tetapi hal tersebut tidak bisa dilakukan karena kebanyakan dari suku khazraj berziarah ke orang-orang dari suku khazraj ini didengar oleh Nabi Muhammad saw dan kemudian beliau langsung datang ke mereka. Mereka diajak untuk memeluk agama islam, dan ajakan tersebut disambut baik oleh mereka. Setelah itu ketika pulang ke yasrib mereka mengatakan bahwa telah masuk islam kepada orang-orang di sana dan hal tersebut juga disambut baik oleh masyarakat pada ziarah taun berikutnya ada 12 orang yang datang untuk menemui Rasulullah di Aqabah, tempat yang digunakan mereka untuk berikrar kepada Nabi Muhammad saw yang menghasilkan perjanjian Aqabah I. Pada perjanjian tersebut mereka berikrar bahwa tidak akan menyekutukan Allah swt, tidak berzina, mencuri dan perbuatan-perbuatan keji Nabi Muhammad mengutus seorang yang bernama Mus’ab Bin Umair untuk mengajarkan agama islam secara utuh di kota Yasrib. Kemudian pada ziarah tahun 622 M datang orang dari yasrib berjumlah 75 yang 2 di antaranya adalah seorang perempuan, selanjutnya mereka diajak Rasulullah untuk mengadakaan pertemuan rahasia di Aqabah yang menghasilkan perjanjian Aqabah II yang isinya adalah ikrar kesetiaan mereka terhadap Nabi Muhammad saw dan agama yang dibawakan oleh Nabi Muhammad saw, sahabat dan para pengikutnya tidak hanya sampai di situ. Bahkan kemudian setelah penentangan dan penolakan orang - orang Quraisy tersebut Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Habsyi. Dan ketika perjanjian Aqabah II diketahui oleh orang-orang Quraisy, intimidasi lebih sering dilakukan terhadap Nabi Muhammad dan pengikutnya, sehingga Nabi Muhammad kemudian hijrah ke Yasrib yang sekarang lebih dikenal dengan kota - teman, dari sejarah perjuangan Rasulullah di kota mekah tersebut semoga dapat menambah wawasan kita mengenai agama islam dan tidak mudah patah semangat dalam memperjuangkan apa yang dicita - citakan seperti tidak patahnya semangat Nabi Muhammad saw, sahabat dan para pengikutnya dalam menyebarluaskan agama tauhid, agama ya robbal alamin…Bibliography1. Karta Raharja Ucu, A. M. 2018, November 24. Jalan Terjal Perjuangan Rasulullah. Retrieved Januari 2019, from NN. 2013, Maret. Dakwah Rasulullah secara Sembunyi-sembunyi. Retrieved Januari 2019, from NN. Materi PAI Kelas 11 SMA kurikulum 2013 Bab 5. Retrieved Januari 2019, from Atik Lestari
materi meneladani perjuangan rasulullah saw di mekah